Aplikasi buat menulis diary

DiaryOne seperti namanya merupakan software yang berfungsi untuk menulis diary, catatan harian atau apa saja yang menurut temen2 patut untuk ditulis. Untuk pertama kali penggunaan diharuskan untuk membuat akun diary temen2, proses membuat relatif mudah, ikuti aja step-step yang ada, nggak bakalan nyasar dan merusak komputer. Penggunaan software DiaryOne ini pun terbilang sangat mudah (user friendly).
Ketika sedang menulis dalam DiaryOne ini, temen2 juga bisa menambahkan semacam emoticon yang mewakili perasaan temen2, gambar-gambar dari komputer dan yang paling saya suka dari aplikasi ini adalah kita juga bisa memasukan sebuah lagu kedalam diary kita, jadi kalau diary kita dibuka otomatis lagunya pun akan menyala.

Selain berfungsi untuk menulis diary, ternyata software ini juga bisa merekam suara, jadi kalau lagi males nulis tinggal tekan tombol record dan keluarkan keluh kesah temen2. Sebenarnya, masih banyak lagi fasilitas yang diberikan software DiaryOne ini, tapi untuk lebih lengkapnya download aja dan buktikan sendiri. Silahkan di download di Donwload

UNESCO : STMIK AMIKOM PTS Terbaik Dunia

Di Amerika Serikat (AS), dari sejak berdirinya negara adi kuasa itu sampai kini Perguruan Tinggi Swasta (PTS) mempunyai kedudukan yang sangat terhormat. Di samping secara historis riwayat kelahirannya sudah eksis semenjak berabad-abad silam maka secara empiris PTS di AS terbukti mampu melahirkan para ilmuwan, ekonom, budayawan, pebisnis, politisi andal dan juga peraih nobel.

Sebut saja Harvard University yang berkiprah di Cambridge, Massachusssachusetts, Columbia University di New York City, New York, California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena, California, Princeton University di Princeton, New Jersey, Yale University di New Haven, Connecticut, Illinois Institute of Technoloty di Chicago, Illinois, dan sebagainya.

Di Indonesia, banyak PTS yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat meskipun kualitasnya tidak lebih jelek daripada mutu kebanyakan PTN. Ironisnya, meski ada PTS yang dinyatakan sebagai perguruan tinggi swasta terbaik dunia oleh badan internasional yang kredibel pun tidak secara otomatis mendapat pengakuan dari masyarakat kita sendiri.

PTS Kelas Dunia
Pada akhir tahun 2009 lalu United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mempublikasi laporan, “A New Dinamic: Private Higher Education”. Dalam Bab Public-Private Partnerships ditampilkan 8 PTS Terbaik dunia; salah satunya dari Yogyakarta indonesia yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Amikom Yogyakarta.

Kedelapan PTS tersebut selengkapnya ialah sebagai berikut: Shantou University (China), Harvard University (USA), Mulungushi University (Zambia), The Asian University for Women (AUW) (Bangladesh), STMIK Amikom (Indonesia), University of Phoenix (USA), University of Hong Kong (China) dan Linkokwing University of Creativie Technology (Malaysia). Di sisi kemandirian finansial dari delapan PTS terbaik dunia tersebut ada tiga yang lazim diperbandingkan; dari PTS yang seratus persen bergantung pada pemerintah s/d PTS yang seratus persen mandiri.

Shantou University (STU) adalah PTS yang berkiprah di Shantou, Guandong, China. Perguruan Tinggi seluas 1,28 km2 ini sekarang mempunyai 8.500-an mahasiswa, 1.500-an di antaranya adalah mahasiswa S2 dan S3. Lembaga yang dipimpin oleh Prof Xu Xiaohu ini mengembangkan banyak jurusan seperti jurusan teknik, IPA, ekonomi, kedokteran, hukum dan sebagainya. Dan jangan lupa lembaga ini juga membuka sekolah jurnalistik, School of Journalism, sebagaimana yang baru saja dibuka di Indonesia.

Dalam hal pembiayaan STU hampir 100 persen keperluan dana di-back up oleh pemerintah ditambah sponsor tetap dari pengusaha kelahiran Shantou, Mr Li Ka Shing. Pimpinan unversitas “hanya” berpikir mengembangkan akademis tanpa harus banyak memikirkan soal keuangan.

Lain STU lain Harvard University (HU) yang berlokasi di Cambridge Massachusetts, AS. Lembaga yang dipimpin oleh Prof Catharine Drew Gilpin Faust ini mempunyai 19.500-an mahasiswa, 6.700-an di antaranya mahasiswa S2 dan S3 dan merupakan perguruan tinggi yang paling terkenal di dunia. Pada publikasi CINDOC dalam “Webometrics Ranking 2010 Edition”, HU menduduki ranking ke-1 alias perdana di antara 18.000 perguruan tinggi terbaik dunia.

Dalam laporan UNESCO disebutkan pembiayaan di HUT diatur sebagai berikut: 30 persen dari mahasiswa, 10 persen dari donor swasta, dan 60 persen dari pemerintah. Dana dari pemerintah diwujudkan dalam bentuk projek-projek yang mengandung dana besar.

Bagaimana dengan STMIK Amikom? Perguruan tinggi yang berlokasi di Yogyakarta, Indonesia ini dilaporkan memiliki lebih dari 7.600 mahasiswa. Lembaga yang dipimpin oleh Prof M Suyanto ini memiliki jurusan Manajemen Informatika (MI), Teknik Informatika (TI) dan Sistem Informatika (SI) dengan banyak konsentrasi.

Meski sama-sama PTS tetapi dalam soal keuangan bertolak belakang 180 derajat dengan STU dan 90 derajat dengan HU. Kenapa? Ya, karena STMIK Amikom tidak mendapat sepeser pun bantuan pemerintah. Jadi 100 persen dana berasal dari mahasiswa dan hasil kreativitas pengelolanya.

Paling Mandiri
Diangkatnya STMIK Amikom oleh UNESCO sebagia salah satu PTS terbaik dunia kiranya sangat membanggakan kita; bukan hanya masyarakat Yogyakarta akan tetapi juga masyarakat dan pemerintah Indonesia.

Nilai kebanggaan tersebut akan bertambah karena STMIK Amikom hanya satu-satunya PTS Indonesia yang meraih prestasi terbaik; di samping keterbaikannya menyangkut tingginya kemandirian. Harvard University memang termasuk PTS terbaik etapi dalam hal kemandidrian maka STMIK Amikom lebih bisa dibanggakan. Shantou University juga termasuk PTS terbaik tetapi dalam hal kemandirian, STMIK Amikom berada di atasnya.

Kemandirian memang menjadi ciri khas pengembangan PTS di Indonesia; kalau pengelola PTS tidak cukup mandiri jangan harap lembaga yang dikelolanya berkembang dengan baik, untuk hidup pun kesulitan. Berbeda dengan AS yang telah memiliki, sampai sekarang Indonesia memang belum memiliki sistem bagi pemerintah untuk memberi bantuan finansial pada seluruh PTS.

Kalau dalam realitasnya banyak (dosen dan mahasiswa) PTS yang mendapat bantuan dari pemerintah kiranya perlu diketahui bahwa bantuan tersebut diberikan secara selektif-prestatif. Selektif artinya bantuan tidak diberikan kepada seluruh PTS; sementara itu prestatif artinya hanya PTS yang berprestasi saja yang diberi bantuan finansial oleh pemerintah. Meski banyak PTS Yang mendapat bantuan finansial dari pemerintah tetapi tetap saja lebih banyak PTS yang sama sekali tidak mendapatkannya. Itu semua bukan menjadi penghalang untuk berprestasi. STMIK Amikom sudah membuktikan, dengan kemandiriannya lembaga tersebut dapat menjadi PTS terbaik di dunia. Berawal dari gedung sewaan untuk berkuliah kini telah berprestasi di tingkat dunia.

Nah…, Mas Suyanto, selamat!!! q – c. (298-2010).
*) Prof Dr Ki Supriyoko SDU MPd,
Direktur Pascasarjana UST Yogyakarta.